Cara Merawat Polo Shirt Agar Tidak Melar & Tetap Rapi Bertahun-Tahun

20 November 2025

Cara Merawat Polo Shirt Agar Tidak Melar & Tetap Rapi Bertahun-Tahun

Polo shirt adalah salah satu jenis pakaian yang paling banyak digunakan baik untuk seragam kerja, event perusahaan, family gathering, maupun merchandise brand. Bahannya yang nyaman dan tampilannya yang rapi membuat polo shirt disukai oleh hampir semua kalangan.

Namun, agar polo shirt tetap awet, tidak melar, dan selalu rapi meski digunakan bertahun-tahun, cara merawatnya tidak bisa sembarangan. Banyak orang tidak sadar bahwa metode pencucian, penjemuran, hingga penyimpanan dapat memengaruhi bentuk, warna, dan keawetan kain polo.

Pada artikel ini, kita akan membahas cara merawat polo shirt dengan benar, lengkap dengan tips praktis yang bisa langsung dipraktikkan di rumah.

1. Cuci Polo Shirt Dengan Air Dingin atau Suhu Normal

Suhu air sangat berpengaruh terhadap kain polo. Menggunakan air panas dapat membuat serat kain:

  • cepat melar
  • berubah bentuk
  • warna memudar lebih cepat

Gunakan air dingin atau air bersuhu normal untuk menjaga struktur kain tetap stabil.

Jika polo shirt terbuat dari Lacoste CVC atau Lacoste Cotton, pencucian dengan air dingin akan membuat kaos tetap lembut dan tidak cepat rusak.

2. Balik Polo Shirt Sebelum Dicuci

Ini tips sederhana tapi sangat efektif. Dengan membalik polo shirt sebelum dicuci:

  • warna luar lebih terjaga
  • serat bagian luar tidak cepat kasar
  • bordir atau sablon lebih aman
  • gesekan dengan pakaian lain berkurang

Cara ini juga menjaga polo shirt tetap terlihat baru meskipun dicuci berkali-kali.

3. Gunakan Deterjen Lembut dan Hindari Pemutih

Deterjen yang terlalu keras dapat membuat kain cepat:

  • melar
  • seratnya rusak
  • warnanya kusam

Gunakan deterjen lembut atau deterjen khusus pakaian berwarna.

Selain itu, hindari pemutih (bleaching) karena bisa membuat bagian kerah dan area dekat bordir cepat pudar.

Jika ingin menghilangkan noda, gunakan larutan sabun lembut atau detergent khusus noda dan gosok perlahan.

4. Jangan Disikat Terlalu Keras

Polo shirt memiliki struktur kain yang berbeda dari kaos biasa, terutama bahan Lacoste yang berpori dan bertekstur. Menyikat terlalu keras dapat membuat:

  • kain kendor
  • permukaan jadi berbulu
  • bentuk polo shirt berubah

Jika ada noda membandel, cukup rendam 10–15 menit dan gosok halus dengan tangan.

5. Gunakan Mode “Gentle” Jika Mencuci dengan Mesin

Mesin cuci bisa membuat polo shirt cepat melar jika putarannya terlalu kuat.

Gunakan setelan ini:

✔ Mode: Gentle / Delicate
✔ Putaran: Rendah
✔ Hindari pengering (tumble dry)

Mesin pengering panas dapat membuat kain menyusut atau kerah berubah bentuk. Lebih baik keringkan secara alami.

6. Jemur Polo Shirt di Tempat Teduh, Jangan di Bawah Matahari Langsung

Sinar matahari yang terlalu terik dapat:

  • memudarkan warna
  • membuat kain cepat kasar
  • merusak bahan bordir

Jemur polo shirt di tempat teduh dan memiliki aliran udara yang baik.

Pastikan juga polo shirt digantung pada hanger yang pas agar tidak ada bagian bahu yang melebar.

Hindari menjemur polo shirt di jemuran kawat yang dapat meninggalkan bekas garis.

7. Rapikan Kerah Saat Menjemur

Kerah adalah bagian yang paling terlihat dari sebuah polo shirt.

Sayangnya, kerah sangat mudah berubah bentuk jika tidak dirawat dengan benar.

Saat menjemur:

  • rapikan bentuk kerah
  • pastikan simetris kiri-kanan
  • jangan menarik bagian kerah yang lembap

Ini akan membuat kerah tetap kaku dan rapi seperti baru setiap kali digunakan.

8. Setrika dengan Suhu Sedang

Menyetrika polo shirt dengan suhu terlalu panas akan membuat bahan:

  • mengkilap
  • tipis
  • melar

Gunakan suhu sedang, dan kalau memungkinkan:

✔ Setrika polo shirt dari bagian dalam
✔ Jangan langsung menekan kuat pada area bordir
✔ Gunakan alas kain tipis di atas bordir agar tidak rusak

Dengan cara ini, bentuk dan tekstur kain tetap terjaga.

9. Simpan Menggantung, Bukan Dilipat Terlalu Lama

Untuk menjaga bentuknya tetap sempurna, polo shirt sebaiknya digantung, bukan dilipat.

Melipat dalam waktu lama dapat membuat:

  • lipatan permanen
  • bagian dada tertarik
  • kerah bentuknya tidak rapi

Gunakan hanger yang cukup lebar agar bagian bahu tidak menggelembung.

Jika memang ingin dilipat, pastikan dilipat secara longgar, tidak menekan bagian kerah.

10. Gunakan Deodorizer atau Pewangi Ringan untuk Menjaga Kesegaran

Untuk polo shirt yang digunakan sebagai seragam kantor atau event perusahaan, menjaga kesegaran penting agar lebih layak digunakan berulang kali.

Namun, pilihlah pewangi yang lembut dan tidak mengandung bahan pemutih atau pewangi yang terlalu keras, karena bisa memengaruhi warna dan tekstur kain.


Merawat Polo Shirt Tidak Sulit, Asal Tahu Caranya

Dengan perawatan yang tepat, polo shirt dapat bertahan bertahun-tahun, tetap rapi, tidak melar, dan warnanya tidak cepat pudar.

Kuncinya adalah memperhatikan cara mencuci, menjemur, menyetrika, dan menyimpan.

Beberapa poin penting yang perlu diingat:

  • gunakan air dingin
  • balik pakaian sebelum dicuci
  • hindari pemutih dan deterjen keras
  • jemur di tempat teduh
  • perhatikan bentuk kerah
  • setrika dengan suhu sedang
  • simpan dengan hanger

Dengan langkah-langkah ini, polo shirt Anda baik untuk seragam perusahaan, event kantor, maupun acara komunitas akan tetap terlihat baru dan nyaman dipakai dalam jangka panjang.



Baca juga

20 November 2025
5 Alasan Kenapa Start-Up Harus Memiliki Polo Shirt Custom untuk Branding
Di dunia bisnis yang serba cepat seperti sekarang, khususnya bagi start-up yang sedang bertumbuh, menciptakan brand identity yang kuat adalah sebuah keharusan. Banyak perusahaan rintisan fokus pada digital marketing, social media, atau product development tetapi sering lupa bahwa branding offline juga memegang peran penting.
20 November 2025
Mengapa Polo Shirt Cocok untuk Family Gathering dan Event Perusahaan?
Dalam setiap acara perusahaan baik itu family gathering, outbond kantor, event olahraga, maupun acara internal perusahaan pemilihan seragam yang tepat selalu menjadi hal penting. Seragam bukan hanya sebatas pakaian, tetapi juga bagian dari identitas, kekompakan, dan citra profesional perusahaan.